Anggap aja ini FF perkenalan saya. sebenernya saya itu author gadungan alias ga terlalu berpengalaman. jadi maaf kalo jelek. saya cuman mau sedikit curhat ini sebenernya. haha :D
Happy Reading ^^
----------------------------------------------------------
Title : Beautiful Stranger
Cast : You as Han Jieun, and OC.
Guest : Kim Jonghyun, Choi Minho, Yesung
Length : oneshot
Backsong by IU – Good Day
******************************************************************
Aku membuka pintu restoran dan langsung masuk. Semua temanku sudah menunggu didalam. Kebetulan hari ini aku dan teman-teman akan makan malam bersama. Aku duduk disalah satu kursi tepat disamping Jihyun, salah satu sahabatku. Aku bukanlah anak yang pendiam. Bahkan aku suka melihat sekeliling saat aku berada ditempat asing. Jadi kuputar mataku dan menangkap sebuah bayangan. Beberapa meja dari meja kami sekarang, duduk seorang namja mengenakan kaos hitam, tampak seperti sedang menunggu seseorang.
Biasa saja. Aku bahkan tidak tertarik dengan namja itu. Memang tampan, tapi tidak cukup tampan untuk mengalihkan perhatian ini. aku lebih suka namja dengan wajah seperti Choi Minho atau Yesung super junior. Bukan wajah playboy seperti itu. (eciieee~ lagunya 7ikons ekses)
Tapi lama-kelamaan aku mulai terganggu oleh bayang-bayangnya. Aku mulai sibuk dan terus menerus menoleh kearah namja itu. Sampai seorang yeoja datang dan langsung menghampirinya. Yeoja itu mengenakan dress hitam selutut, dengan rambut bergelombang, memang cantik.
(ini hampir mirip sama cewenya)
Namja itu langsung berdiri dan menyambutnya, mencium pipi kanan dan kirinya. Jujur, aku merasa sedikit ganjal dengan adegan seperti ini. seperti ada sesuatu yang menembus hatiku. Entah apa itu. Aku juga tidak dapat berpikir apapun.
“Jieun-ah, kau mau pesan apa?” tanya Jihyun membuyarkan lamunanku. Aku menoleh dan segera menjawabnya, meskipun masih agak kikuk.
“Aku… sama sepertimu saja.” Jawabku lalu kembali menoleh kearah sang namja. Oh, ya, aku baru ingat sesuatu! Yeah, I GOT IT!!! Namja itu.. dia sangat mirip dengan salah satu member SHINee, Kim Jonghyun. Pantas aku seperti pernah melihatnya. Parah! Hampir persis! matanya, senyumnya, hidungnya, bentuk wajahnya. Oh, gosh!!! Ada apa ini? aku semakin betah melihat wajah namja itu.
“Jihyun-ssi, sadar tidak kalau namja itu sangat mirip dengan Jonghyun oppa?” tanyaku pada Jihyun yang sedang asik memainkan ponselnya. Jihyun pun segera menoleh dan kearah namja itu.
“Oh,my God!! Dia tampan sekali tapi menurutku tidak mirip dengan Jonghyun oppa. Mungkin hanya firasatmu saja.” Jihyun kembali sibuk pada ponselnya. Hhh~ baiklah, coba tanya pada Risun, temanku yang lain.
“Risun-ssi, kau memperhatikan namja itu tidak?” Risun pun mendongak dan langsung memperhatikannya.
“Yang baju hitam?” tanyanya. Aku mengangguk.
“Sejak tadi. Kau juga memperhatikannya? Dia tampan ya?” tanya Risun balik dengan wajah berseri-seri.
“Ne. kau sadar tidak kalau dia mirip Jonghyun oppa?”
“SHINee-ui Jonghyun? Tidak. Tidak mirip. Bahkan dia jauh lebih tampan.” Risun menopang dagunya dengan telapak tangan dan melamunkan namja itu.
Aish~ kenapa tidak ada yang sadar kalau namja itu mirip Jonghyun? Kalian lupa ya? Aku ini Shawol! Aku hapal betul setiap inch wajah Jonghyun oppa. Aku tidak mungkin salah. Hhhh~ andai saja namja itu datang bersamaku, bukan bersama yeoja yang sekarang sedang tertawa bersamanya.
MWO?! Aku ini bicara apa? Apa aku sedang melamunkannya? Namja yang bahkan tidak ku kenal? Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Anhi!!! Andwae!!! Mana boleh begitu!! Lagipula namja ini terlihat jauh lebih tua dariku. Mungkin 3-4 tahun. Atau bahkan 5 tahun. (jelas, author aja baru 14 tahun. Dan kayanya, si cowo yg mirip Jjong udah umuran 19-20 tahun. Tp ceritanya disini jieun 16 tahun ya. hehe)
Kalian tahu? Seandainya aku punya cukup banyak keberanian, aku akan berjalan kemeja mereka, mengusir yeoja disampingnya, dan duduk disana. Aku tidak kuat melihat tawa mereka. Aku ingin namja itu tertawa bersamaku bukan bersama yeoja itu!
“Jieun-ah, makananmu… nanti dingin.” Kata Jihyun mengingatkan. Aku langsung membuyarkan semuanya dan mulai memakan pesananku tadi. Tapi mataku, mataku tetap tidak dapat terlepas darinya. Aku ingin lebih lama melihatnya seperti itu. Dengan satu tangan diatas meja, dan tangan lain memegang garpu. Dan sesekali menyedot sodanya. Aahhhh~ aku gila!!!! Aku benar-benar gila !!!!!!!!!!!!!
Setelah menyelesaikan makanku, aku dan Jihyun berlari ketoilet untuk mencuci tangan. Maka dengan terpaksa, aku harus melepaskan namja itu. Benar saja, saat aku keluar dan kembali kemeja, namja itu SUDAH TIDAK DITEMPATNYA. BAHKAN MEJANYA SEDANG DIBERSIHKAN OLEH SEORANG PETUGAS!!
PABO!! PABO JIEUN!!! KENAPA KAU TINGGALKAN NAMJA TADI?! KENAPA KAU LEPASKAN! HARUSNYA KAU TINGGAL BEBERAPA LAMA DAN MELIHATNYA PERGI. ATAU KALAU PERLU, KAU BISA MENGIKUTI KEMANA IA.
**********************************************************
Sekarang sudah jelang tujuh hari sejak pertemuan itu. Dan sampai sekarang aku tidak dapat melupakan si namja tampan. Entahlah, aku juga sangat bingung. Setidaknya saat aku jatuh cinta pada seorang namja, aku butuh waktu lama atau aku harus mengenalnya dulu. Tapi sekarang? Aku juga bingung. Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama. Tuhan, tolong bantu aku. Aku benar-benar terganggu. Setiap hari aku menangis karna tidak dapat melupakannya. Aku tidak ingin mencintai seseorang yang bahkan aku tidak mengenal orang itu.
Kalaupun suatu saat aku akan bertemu, sepertinya aku harus siap siap mental. karna mungkin Ia akan mengajak yeoja-nya lagi. “zzzzzzzzzzttttttttttttt………”
Kereta api yang aku tumpangi tiba disebuah stasiun. Karna stasiun inilah tujuanku, aku segera turun. Memang biasanya aku mengendarai motorku sendiri. Tapi sekarang motorku sedang dalam keadaan buruk sehingga tidak memungkinkan untuk dikendarai.
Saat aku turun, aku tidak sengaja melihat seorang namja. Sedang berjalan ditengah kerumunan orang-orang di stasiun. Tunggu, aku ingat gaya rambut dan kaos itu. Bukankah dia namja yang selama ini menghantui pikiranku? Benarkah itu dia?
“Hya!! Jamkkaman!! Oppa!!” aku segera berlari sambil memegangi biola ditanganku. Kali ini aku yakin kalau itu dia. Namja yang kunilai sangat mirip dengan Jonghyun.
“Oppa!!” panggilku ketika aku berhasil menyusulnya dan menepuk pundaknya. Namja itu berbalik dan Oh! Gosh! Aku salah orang.
“Ups.. mianhae. Mianhamnida. Sepertinya aku salah orang.” Kataku berulang kali menundukkan badan. Apa yang terjadi denganku? Bahkan orang ini tidak mengenakan kaos hitam dan rambutnya juga bergelombang. Berbeda jauh dengan namja itu. Kenapa aku bisa begini? Aku sedang sadar saja Ia masih menghantui pikiranku hhhh~ andai saja aku tahu dimana Ia berada.
Oppa jamkkaman
Jamkkaman deurobwa
Jakkuhanyaegineun malgo
Dongsaengeuroman saenggakhajineun mara
Ilyeondwimyeon huhoe halgeol
******************************************************************
“yoboseyo?” aku mengangkat ponselku yang sejak tadi berdering. Itu Kyo Eun eonni. Tumben Ia menelponku? Memangnya ada apa?
“Ya! Jieun-ah, eodiga? Kau bisa membantuku tidak? Skripsiku tertinggal dirumah. Aku sangat butuh skripsi itu. Bisakah kau mengantarnya ke kampusku? Jebal..” lihat! Yeoja ini selalu menyulitkanku. Menyebalkan!!
“Ne. aku akan segera kesana. Dimana kau letakkan apa itu? Skripsi? Skripsimu itu?” tanyaku dan Ia segera menjawabnya. Setelah menutup ponsel, aku segera bangkit dan pergi ke Seoul University. Tempat eonni-ku berkuliah. Eonni-ku memang sudah bekerja sebagai dokter disebuah rumah sakit. Tapi, Ia sepertinya kurang puas dengan pendidikannya sehingga ingin melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.
@SEOUL UNIVERSITY
Aduh, aku lupa dimana kelas Kyo Eun eonni. Tunggu, aku bukan lupa tapi memang tidak tahu. Bagaimana ini? kemana aku harus mengantarkan kertas-kertas tidak jelas ini? aku berjalan dilorong-lorong gelap. Aku benar-benar bingung. Aku tidak mengenal lingkungan kampus ini. kalau kau tanya tentang Shinhwa High School, aku bisa jelaskan setiap inch gedung tersebut.
“Brak!!” terdengar suara seperti sesuatu jatuh. Aku segera berbalik. Issshh~ ternyata disini lumayan menyeramkan. Lorong kosong ini, suara-suara aneh. Hhiiiii~
Aku kembali meneruskan langkahku, tapi kali ini lebih cepat. Bagaimana kalau itu hantu? Bagaimana kalau Ia ingin menelanku? Hiii~ aku belum bersedia mati. Aku bahkan belum menemukan namja yang selama ini kucari itu. Aku ingin menemuinya sebelum aku mati. Ya, benar! Aku ingin menemuinya dulu, jadi jangan sampai aku ditelan hantu. Tidak lucu, kan?
“Brak!!!!” Kembali terdengar suara. Aku berhenti dan perlahan membalikkan badanku. Aku penasaran juga dengan suara itu.
“Aww.. aigo~ appaseo!” keluh seseorang yang baru saja keluar dari sebuah ruangan. Ia tampak memegangi kepalanya yang ditutupi sebuah topi coklat jerami, dan sebuah sapu ditangan yang satunya.
Bibirku bergerak naik, membentuk sebuah senyum simpul. Tubuhku seperti diterpa angin sejuk yang menenangkan hati. Selama hampir dua minggu tidak pernah aku merasa sebahagia ini. KARNA APA?! NAMJA YANG SEKARANG BERDIRI TAK JAUH DARIKU. MENGENAKAN KEMEJA BIRU DAN TOPI COKLAT, DIA NAMJA YANG SELAMA INI AKU CARI. NAMJA YANG SELALU MENGHANTUI HARI-HARIKU. MEMBUATKU MENANGIS HAMPIR SETIAP MALAM. ITU DIA!! NAMJA YANG MENURUTKU SANGAT MIRIP DENGAN JONGHYUN OPPA. AKHIRNYA AKU MENEMUKANNYA!! SEKALI LAGI AKU UMUMKAN, KALAU AKU MENEMUKANNYA!!!!!!!!!!!!!
Aku betah! aku betah berdiri disini tanpa bergeming sedikitpun. Aku ingin lebih lama menikmati ini. menikmati wajah tampannya yang selama ini hanya dapat kunikmati dari mimpi burukku. Tik.. tik.. tik.. mataku mulai berair. Mengalir deras melewati pipiku, terus turun ke lerherku dan hilang dengan sendirinya.
Aku… aku mencintainya. Aku yakin kalau ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Hhh~ ‘Oppa, saranghae!!!’ jeritku dalam hati. Setelah itu, aku langsung menghapus air mataku, membalikkan badan dan sekali lagi tersenyum sebelum meninggalkan tempat itu.
eojjeom ireoke haneureun deo paran geonji
oneulttara wae barameun tto wanbyeokhanji
geunyang moreuneun cheok hana motdeureun cheok
jiwobeorin cheok ttan yaegil sijakhalkka
amu mal motage immatchulkka
nunmuri chaollaseo gogael deureo
heureuji motage tto saljjak useo
naege wae ireoneunji museun mareul haneunji
oneul haetdeon modeun mal jeo haneul wiro
hanbeondo motaetdeon mal ulmyeonseo hal jureun na mollatdeon mal
naneunyo oppaga joheungeol eotteokhae
saero bakkwin nae meoriga byeolloyeonneunji
ipgo nawatdeon osi silsuyeotdeon geonji
ajik moreuneun cheok gieok an naneun cheok
amu ireopdeon geotcheoreom gureobolkka
geunyang nagajago yaegihalkka
nunmuri chaollaseo gogael deureo
heureuji motage tto saljjak useo
naege wae ireoneunji museun mareul haneunji
oneul haetdeon modeun mal jeo haneul wiro
hanbeondo motaetdeon mal ulmyeonseo hal jureun na mollatdeon mal
naneunyo oppaga joheungeol (hyu~) eotteokhae
ireon nareul bogo geureon seulpeun mareun haji marayo
cheoreomneun geonji jogeum dunhan geonji mideul suga eomneungeollyo
nunmureun naoneunde hwaljjak useo
ne apeul makgoseo mak keuge useo
naega wae ireoneunji bukkeureomdo eomneunji
jajonsimeun gopge jeobeo haneurwiro
han beondo motaetdeon mal eojjeomyeon dasin motal baro geu mal
naneunyo oppaga joheungeol (aiku, hana dul)
I’m in my dream
It’s too beautiful, beautiful day
Make it a good day
Just don’t make me cry
ireoke joheun nal
(translation)
Why is the sky so much more blue?
Why is the breeze so perfect today?
Pretending like I don’t know
Like I didn’t hear a thing, like I erased it
Should we start talking about something else?
Should we kiss so we can’t say anything?
My eyes fill with tears, so I lift my head up
I smile a little so they won’t fall
Why are you like this to me, what are you saying?
All the things we talked about go to the sky
The words I have never said
The words I didn’t know I’d say as I cried
I like you, oppa, what do I do?
Was my recent hairstyle change bad?
Did I wear the wrong clothes?
Still pretending like I don’t know
Like I don’t remember
Should I act as if nothing happened?
Should I just say that we should go out?
My eyes fill with tears, so I lift my head up
I smile a little so they won’t fall
Why are you like this to me, what are you saying?
All the things we talked about go to the sky
The words I have never said
The words I didn’t know I’d say as I cried
I like you, oppa, what do I do?
Don’t say those kind of sad things
While looking at me like this
Is it that I’m childish or a bit slow?
I can’t believe it
Even though I’m crying, I smile
I block your way and I just smile widely
Why am I being like this, do I not have any shame?
I fold my pride up neatly and throw it up to the sky
The words I have never said
The words I might never be able to say again
I like you, oppa, aigoo, one, two
I’m in my dream
(It’s too beautiful, beautiful day)
(Make it a good day)
(Just don’t make me cry)
Such a good day
--------------------------------------
gaje ya? gaje? maaf deh, saya suka nulis FF tapi ga pernah ada yg berhasil. #plak! thnks buat yg udah baca. comment ya ^^ gomawo..
shared in : http://minhowifey.wordpress.com too..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar