Selasa, 15 November 2011

Hot Times


Title : Hot Times
Cast : Han Jieun, Cho Jinho (Jino), Choi Minho, others..
length : oneshot
genre : sad romance

**********************

“Oppa, kita akan selamanya bersama kan?” yeoja itu mengapit tangan seorang namja yang duduk disampingnya. Sedangkan si namja hanya melirik sedikit sambil tersenyum.
“Ne, Jieun-ah. Kita akan bersama selamanya.” Mendengar jawaban sang namja, Jieun pun tersenyum dan menyandarkan kepalanya diatas pundak namja itu.

8 years later…

Han Jieun, seorang yeoja berusia sekitar 21 tahun, sudah berulang berputar mengelilingi butik dipinggir jalan tersebut. Entah sudah berapa buah gaun yang Ia coba. Tapi tak satupun Ia temukan gaun yang tepat, padahal satu minggu lagi Ia sudah akan menikah dengan tunangannya, Cho Jinho.
Jino, ya begitulah Ia dipanggil. Laki-laki yang seharusnya sudah berusia dua tahun lebih tua dibandingkan Jieun. Mereka sudah menjadi sahabat sejak kecil dan dua tahun yang lalu mereka akhirnya meresmikan hubungan mereka lalu bertunangan.
“Nona..” sapa seorang pelayan butik. Jieun yang kaget langsung menoleh. Dengan sebuah gaun berwarna kuning terang selutut ditangannya.
“Ne. Igeo mwoya?” tanya Jieun pada pelayan itu.
“Saya mohon maaf sebelumnya. Tapi toko kami hampir tutup. Lagipula Anda terlihat bingung memilih gaunnya. Bagaimana kalau besok pagi Anda kembali lagi bersama calon suami Anda? Itu akan lebih mudah, kan?” saran sang pelayan dengan meminta maaf sebelumnya.
Raut wajah Jieun perlahan berubah. Ia kembali memperhatikan gaun yang sekarang dijinjing nya. Diperhatikannya lekat-lekat gaun itu.
“Saya ambil yang ini saja..” katanya sambil menyerahkan gaun itu pada pelayan yang disambut dengan raut wajah bingung oleh sang pelayan.

************

Jieun memasuki toko perhiasan yang terletak tak jauh dari komplek rumahnya. Niatnya kali ini adalah untuk mencari cincin pernikahan. Aneh? Kurang lebih satu minggu lagi mereka akan menikah tapi Jino belum membelikannya cincin. Jino akan suka dengan pilihanku! Pikirnya.
Ia melihat-lihat beberapa pasang cincin yang terpajang di etalase. Disana ada banyak sekali modelnya. Dari yang polos sampai yang bertahtakan berlian. Tapi, yang menjadi pilihan Jieun pada akhirnya adalah sepasang cincin sederhana dengan tiga mata berlian ditengahnya. Harapannya tidak luput agar Jino menyukai cincin pilihannya.
Jieun pun mengambil cincin itu dan mencobanya di jari manis kanan miliknya. Bisa kau bayangkan betapa indahnya cincin itu saat berada dijari Jieun? Tentu sangat indah! Selain karna Jieun punya kulit yang putih dan mulus serta jari yang lentik. Keistimewaan cinta juga menentukan. Mungkin karna saat memilih cincinnya yang ada dipikiran Jieun hanya Jino, tunangannya atau lebih tepat calon suaminya.
‘prangg!!!’ cincin itu terjatuh ke lantai saat Jieun mencoba melepasnya. Saat itu juga seorang laki-laki menunduk dan menolong Jieun mengambilkan cincin itu.
“ghamsahamnida..” kata Jieun mengucapkan terima kasih dan orang didepannya hanya tersenyum.
“gwenchanayo..” orang itu pun hendak berbalik ketika setelah beberapa langkah, Jieun kembali memanggilnya.
“datanglah ke pesta pernikahanku.” Kata Jieun sambil tersenyum. Jieun punya firasat baik tentang laki-laki itu. Mungkin Ia memang laki-laki baik yang bisa Ia jadikan teman nantinya.
“panggil saja aku Minho..” namja itu tersenyum dan melanjutkan langkahnya.

***********

Seorang yeoja sedang berdiri didepan cermin didalam kamar. Yeoja itu tampak cantik dengan gaun kuning selutut yang dikenakannya. Gaun itu berhasil memperlihatkan kaki Jieun yang jenjang dan putih. Jieun pun tersenyum. Tidak ada hari yang lebih membahagiakan daripada hari ini. hari dimana Ia akan menikah dengan orang yang paling Ia cintai, Cho Jino.
 Dengan rasa gugup, Jieun pun keluar dari kamar hotelnya. Ia berjalan ditengah para tamu yang sudah hadir menuju altar. Tidak biasanya. Tidak seperti pernikahan lain, kali ini mempelai wanita yang memasuki altar duluan, sedangkan mempelai pria belum ada disana. Atau…
“Dimana mempelai pria mu, nona Han?” tanya sang pastur.
“Diaaa…” Raut wajah Jieun langsung berubah. Matanya menyipit dan tubuhnya bergetar.
“HAN JIEUN!!!!” sebuah suara mengagetkan semuanya. Seorang wanita paruh baya mengenakan dress berwarna pink dengan rambut sebahu sudah berdiri didepan gerbang.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya wanita itu seraya berjalan mendekat kearah Jieun dan setelah berada tepat disampingnya langsung menyambar tangan yeoja itu.
“Lepaskan aku, eomma! Aku akan menikah!” bentak Jieun sambil mencoba untuk melepas tangannya seraya paksa.
“Han Jieun, kumohon sadarlah.. harus berapa kali aku mengatakan ini padamu kalau Jino sudah pergi.” Kata wanita itu dengan tatapan dalam penuh arti pada Jieun.
“hhh…” Jieun tersenyum sekilas. “Jino oppa memang pergi eomma, tapi Ia akan kembali. Ia sudah berjanji untuk menikahiku hari ini.” takas Jieun yang tidak mau kalah. Kali ini matanya mulai berkaca-kaca. Seperti ada yang tidak beres padanya.
“Tidak, Jieun-ah!! Jino sudah pergi dan tidak akan kembali. Tidak kah kau ingat kejadian itu?! Kau ada disana menyaksikannya!!” wanita itu mulai menangis. Mungkin Ia sudah terlalu sedih menghadapi anaknya yang satu itu.
Jieun pun tertunduk. Rangkaian bunga ditangannya seketika jatuh entah disengaja atau tidak. Air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi. Dan tanpa bisa dikendalikan, Jieun langsung berlari keluar gedung. Entah kemana Ia akan pergi. Yang jelas ke tempat dimana Ia bisa bertemu dengan namja itu, Cho Jino.

 *************************
“Oppa, setelah melihatmu, aku sudah jatuh cinta. Aku tidak membutuhkan orang lain selain kau. Walaupun kau memaksaku untuk melupakanmu, dan membuatku mundur. Kau akan tetap menjadi satu-satunya. Saranghae, Cho Jino….”




------------------------


jelek ya? jelek kan? aku juga ga niat nih nulisnya sebenernya. lagi dalam keadaan ngantuk sih. hehe
but, thanks yg udah mau baca. walaupun aku tau ini blog ga ada pengunjungnya -_-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar